UMKM Peran dan Upaya Pengembangan

UMKM Peran dan Upaya Pengembangan 

Tidak diragukan lagi bahwa UMKM memiliki potensi menjadi motor penggerak perekonomian nasional, karena selain jumlah pelaku UMKM yang sangat besar dan bergerak di setiap sektor perekonomian, juga mampu memicu gelombang penyerapan tenaga kerja kurang terampil, pemanfaatan bahan baku lokal, pemerataan pendapatan, pertumbuhan ekonomi, dan pengentasan kemiskinan. Dibandingkan dengan perusahaan besar, pelaku UMKM memiliki ketahanan yang relatif lebih baik terhadap krisis, mampu memenuhi  kebutuhan masyarakat akan barang/jasa dengan harga yang lebih terjangkau,serta memberikan sumbangan yang besar kepada PDB.

Menangani Usaha Mikro/Kecil berarti menangani kesenjangan dan kemiskinan  yang berarti juga ikut serta dalam pengentasan kemiskinan. Penanganan  UMKM atau pengembangan dan peningkatan kinerja UMKM yang sering kita sebut dengan pemberdayaan UMKM bukanlah hal yang baru. Sejak dulu kala pemberdayaan UMKM menjadi bahasan penting bagi pemerintah melalui departemen-departemennya atau Kementerian KUKM, Bank Indonesia atau Lembaga atau individu non pemerintah lainnya. Tetapi tujuan pemberdayaan dalam mewujudkan struktur perekonomian nasional yang seimbang, berkembang, dan berkeadilan serta menumbuhkan, mengembangkan kemampuan UMKM menjadi usaha yang tangguh dan mandiri sepertinya masih perlu untuk diperjuangkan, karena ternyata dua masalah klasik UMKM belum terselesaikan dengan baik.

           

Dua masalah pokok yang dihadapi UMKM, yaitu masalah financial dan non financial (organisasi manajemen). Masalah financial yang dihadapi UMKM :

1.  Terbatasnya sumber dana dalam menjalankan usahanya baik mobilisasi modal awal (star-up capital) , akses ke modal kerja dan finansial jangka panjang untuk investasi.

2.  Kesulitan UMKM untuk memperoleh permodalan dari lembaga keuangan formal atau perbankan dapat disebabkan oleh ketiadaan bank di pelosok, tidak tersedianya informasi yang memadai,  bunga kredit yang cukup tinggi, tidak memiliki jaminan, ketidakmampuan membuat proposal usaha, prosedur permohonan kredit yang rumit dan menyita waktu.

3. Masih rendahnya kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan baik pencatatan keuangan, pemisahan antara kekayaan keluarga dan kekayaan usaha.

Sedangkan permasalah Non finansial yaitu :

1. Pemasaran yaitu terbatasnya informasi pasar yang dapat dijangkau oleh UMKM, keterbatasan kemampuan UKM untuk menyediakan produk/ jasa yang sesuai dengan keinginan pasar, terlalu bergantung pada pelanggan dan pemasok di sekitar usahanya.

2. Produksi, yaitu terbatasnya bahan baku, ketidakmampuan mempertahankan kualitas pelayanan dan produk, kurang mampu melakukan inovasi, penggunaan teknologi yang masih tradisional/manual, dll.

3. Sumber daya manusia, yaitu rendahnya kemampuan entrepreuneurship dan pengelolaan usaha pelaku UMKM.

4. Administrasi termasuk didalamnya keengganan pelaku UMKM untuk membuat perencanaan secara tertulis dan membuat catatan secara tertib.

5. Infrastruktur, termasuk didalamnya kebijakan, sarana dan prasarana yang mendukung pertumbuhan UMKM.

            Permasalahan utama masih menimpa UMKM, hal ini mungkin disebabkan kebijakan-kebijakan pemerintah belum mendukung pertumbuhan UMKM, mungkin pendekatan pemberdayaan UMKM yang dilakukan masih bersifat proyek sehingga pemberdayaan tidak dilakukan secara berkesinambungan, mungkin pihak-pihak yang bergelut dalam pemberdayaan UMKM masih mementingkan ego sektoral dibandingkan untuk bersinergi dengan pihak lain atau kemungkinan-kemungkinan lainnya.

Secara alami UMKM akan terus muncul dalam perekonomian Indonesia selama roda perekonomian Indonesia terus bergulir.  Mengevaluasi proses pemberdayaan UMKM yang telah berjalan harus terus dilakukan sebagai upaya menetaskan program-program pemberdayaan yang lebih menyentuh pokok permasalahan UMKM, tetapi alangkah bijaksananya bila kita tidak mempersalahkan pihak lain dengan membabi buta  karena hal tersebut hanya akan membuat kita putus asa, apatis, dan tidak akan melakukan sesuatu. Satu pepatah atau selogan atau apapun yang saya ingat  ”jangan tanya apa yang negara  berikan tetapi tanyakan apa yang kamu berikan pada negara” atau ”mulailah dari diri sendiri”  dapat menjadi penggerak bagi kita untuk ikut andil walaupun hanya secuil dalam mengolah potensi UMKM menjadi  modal memajukan ekonomi kerakyatan di negara kita.

 

Silahkan Komentari

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s